Spiga
Your Ad Here

Cheapest Car On Earth, Made By India

image_thumb2

MUMBAI: There was the $400 airplane seat that plummeted to $40. Then there was the $2,000 laptop reborn for $200. And now the $25,000 car has a $2,500 cousin.

Likewise, the $2,500 car, scheduled for introduction Thursday by the Indian company Tata, swims against the current, with a rear-mounted engine, a trunk that fits little more than a briefcase, and plastics and adhesives replacing metal and bolts in certain nooks. (Some analysts expect the car to be priced closer to $3,000, still making it the cheapest on earth.)

image_thumb12Low-cost cars are already having global impact. Tata's move, announced in 2004, has already inspired two rivals to plan their own ultracheap cars: the French-Japanese alliance Renault-Nissan and the Indian-Japanese joint venture Maruti Suzuki.

Ratan Tata, chairman of the Tata Group, said his car's light weight made it environmentally friendly.

Meanwhile, struggling Western automakers are increasingly borrowing from the cost-obsessed ethos of the developing world.

"It's a nice car - cute," said A.K. Chaturvedi, senior vice president for business development at Lumax Industries, a supplier in Delhi that developed the headlights and interior lamps for the car.

image_thumb17

It is being called the world's cheapest new car. Priced at just $2,500 - the makers of India's Tata Nano says it aims to meet the needs of the country's growing middle class. But critics say the Nano will lead only to more congestion on India's clogged roads, and increase air and noise pollution. Matt McClure has more from New Delhi.

IN BAHASA

New Delhi - Perusahaan otomotif India, Tata Group siap meluncurkan mobil termurah di dunia pada awal tahun 2008. Harga perdana dipatok seharga 100 ribu rupee atau setara dengan US$ 2.500. Apabila dirupiahkan dengan kurs Rp 9.390 per dolar AS menjadi Rp 23.475.000.

Acara peluncuran akan dilakukan pada 10 Januari 2008 dalam sebuah pagelaran otomotif. Produk ini diharapkan akan dapat menggantikan sepeda motor di India.

"Saya berharap dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat, agar kehidupan mereka lebih aman dalam berkendara", ujar pimpinan Tata Group, Ratan Tata sebagaimana dikutip dari AFP Minggu (31/12/2007).

Menurut Ratan, produk ini, boleh dibilang cukup hemat energi. Per liternya mampu mencapai 25 kilometer. Selain itu, produk ini juga ramah lingkungan. Project expenditure yang dihabiskan untuk memproduksi mobil ini sekitar 25 sampai 30 juta Rupee.

"Tingkat polusi produk ini, tidak akan lebih tinggi dari sepeda motor", jelas Ratan. Namun, beberapa analis mengatakan, faktor harga murah dan keamanan berkendara tidak dapat menjadi katalisator penjualan. Bahkan ketika angka pertumbuhan India sudah mencapai 9% seperti saat ini. Alasannya, harga 100 ribu Rupee masih menjadi harga yang tinggi bagi pengguna motor.

"Harga kendaraan roda dua kebanyakan antara 35 ribu sampai 40 ribu Rupee. Sehingga harga 100 ribu Rupee masih menjadi harga yang sangat tinggi bagi pengguna kendaraan roda dua" ujar analis Mumbaio Brokerage Prabhudas Lilladher, Mahantes Sabarad.

Hal senada juga diungkapkan oleh analis Angel Broking, Vaishali Jajoo. "Produk ini, kurang memiliki tingkat profitable, sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai break even point" tutur Jajoo.

Sementara total penjualan kendaraan roda dua di India tahun lalu mendekati 8 juta unit, sedangkan mobil sekitar 1 juta unit. "Biaya perawatan sepeda motor tiga sampai empat kali lebih rendah dibanding mobil. Atas dasar itulah penjualan mobil tidak akan mencapai 8 juta unit. Namun mobil dengan harga yang murah akan dapat mendorong pertumbuhan pasar mobil", ujar Kepala Penelitian Indian Credit Rating Agency Crisil, Sachin Mathur


AddThis Social Bookmark Button

source : Herald Tribune, Detik

0 comment(s):

Related Posts with Thumbnails